Biografi K.H. RADEN ASNAWI KUDUS
K.H.
RADEN ASNAWI KUDUS
K.H.
Raden Asnawi Kudus lahir di
kampung Damaran Kota Kudus pada tahun 1281 H (1861 M), beliau termasuk
keturunan dari Sunan Kudus (Sayyid Ja'far Sodiq) keturunan yang ke XIV dan
keturunan ke V dari Kyai Haji Mutamakin seorang Wali yang keramat di desa Kajen
Margoyoso Kabupaten Pati yang hidup pada zaman Sultan Agung Mataram. Beliau wafat pada hari Sabtu, 25-12-1959 ketika
berumur 98 tahun di Kudus.
1.
Pendidikan
Pada waktu K.H. Raden Asnawi Kudus bermukim di
Timur Tengah pernah bertukar pikiran dengan salah seorang Ulama besar, bernama
Syekh Ahmad Khatib Minan Kabau Mufti Mekkah tentang beberapa masalah keagamaan.
Pembahasan ini dilakukan secara tertulis dari awal masalah sampai terakhir,
meskipun tidak memperoleh kesepakatan pendapat antara keduanya. Karena tidak
puas, K.H.
Raden Asnawi Kudus bermaksud ingin memperoleh fatwa dari seorang
Mufti di Mesir, maka catatan-catatan beliau dan Syekh Ahmad Khatib tersebut
dikirim ke alamat seorang Mufti di Mesir Bernama Sayid Husain Bek.
Sejak kecilnya K.H. Raden Asnawi diasuh oleh
orang tuanya sendiri, terutama dalam mengaji Al Qur'an. Setelah beliau berumur
15 tahun, beliau diajak oleh orang tuanya ke Tulungagung Jawa Timur untuk
mengaji dan dipelajari pula berdagang; Pagi hari berdagang, sore dan malam hari
mengaji di Pondok Pesantren Mangunsari Tulungagung.
Melihat tulisan-tulisan dan jawaban-jawaban K.H. Raden Asnawi terhadap
tulisan-tulisan Syekh Ahmad Khatib itu, tertariklah hati Sayid Husain Bek untuk
berkenalan dengan K.H. Raden
Asnawi.
Karena belum kenal, maka Mufti dari Mesir itu minta bantuan Syekh Hamid Manan
untuk diperkenalkan dengan K.H. Raden Asnawi Kudus. Sesudah
Shalat Jum'ah datanglah Sayid Husain Bek ke rumah Syekh Hamid Manan dan
beliaupun yang melayani mengeluarkan minuman.
Selang bercakap-cakap bertanyalah tamu itu :
FIN ASNAWI? (Di mana Asnawi?) Asnawi? HADZA HUWA (inilah dia) sambil menunjuk K.H. Raden Asnawi yang sedang
duduk di pojok sambil mendengarkan percakapan tamu dengan tuan rumah. Setelah
ditunjukkan, Sayid Husain Bek segera berdiri dan mendekat K.H. Raden Asnawi, seraya
membuka kopyah dan diciumlah kening K.H. Raden Asnawi sambil
berkenalan. Kata Mufti Sayid Husain Bek kepada Syekh Hamid Manan: Sungguh salah
sangka saya setelah berkenalan dengan ASNAWI. Saya mengira tidaklah demikian
keadaan jasmaniyahnya.
Baca juga :
1. Biografi K.H. HASYIM ASY'ARI
2. Biografi KH Abdul Wahab Hasbullah
3. Biografi K.H. BISRI SYANSURI
4. Biografi K.H. Abdul Wahid Hasyim
5. Biografi K.H. Abdullah Ubaid
Baca juga :
1. Biografi K.H. HASYIM ASY'ARI
2. Biografi KH Abdul Wahab Hasbullah
3. Biografi K.H. BISRI SYANSURI
4. Biografi K.H. Abdul Wahid Hasyim
5. Biografi K.H. Abdullah Ubaid
2.
Sifat
dan Jasa Jasa
Rajin belajar dan menuntut ilmu kepada Syaikh Umar
Syatha di Makkah selama beberapa tahun. Beliau sebagai ulama ahli Syari'at dan
Hafidzul Quran termasuk qiraah sab'ah. Sehingga vvaktu itu pulang kemudian
mengasuh Pondok Pesantren Raudlatut-Thalibin, Kudus. Tradisi beliau yang sampai
sekarang masih berjalan yaitu Pengajian Pitulasan di masjid Menara Kudus. Dalam bidang organisasi
beliau pernah menjabat sebagai Musytasyar NU.
Termasuk berjasa dalam menghancurkan
orang-orang Cina dan Belanda yang berusaha meruntuhkan pembangunan Menara Kudus
sekitar tahun 1930. Beliau dibantu K.H. Nurhadi dan Kyai Hasyim Padurenan.
Pesan beliau: "Tetaplah
dalam NU sebaik-baiknya walaupun tidak menjadi pengurus ".

0 Response to "Biografi K.H. RADEN ASNAWI KUDUS"
Posting Komentar