Biografi K.H. HASYIM ASY'ARI
K.H. HASYIM ASY'ARI
K.H. Hasyim Asy'ari Lahir pada hari Selasa Kliwon, tanggal 24 Dzulhijjah 1287 H / 4 Februari 1811 M di desa Gedang (2 Km) sebelah utara Jombang. Ayahnya bernama Kyai Asy'ari dari Demak kturunan raja Majapahit (Brawijaya VI), dari Joko Tingkir (nenek yang ke-8). Dan ibunya bernama Halimah (Winih) puteri Kyai Usman Gedang-Jombang.
1. Sifat
Pejuang yang ulet, berkemauan keras dan cerdas. Sejak kecil sudah tekun beribadah dan gemar menuntut ilmu. Keistimewaan pada waktu kecil dalam bermain dengan anak-anak sebayanya selalu menjadi pemimpin mereka, dan sekiranya terjadi kesalahan maka ditegurnya dengan lemah lembut sehingga semua patuh.
Sejak usia 6 tahun sudah berpisah dengan orang tuanya untuk mengaji atau menuntut ilmu di pondok pesantren. Sejak usia 12 tahun sudah berani mengajar dalam pesantren. Berkepribadian lemah lembut, tetapi tidak pernah mengalah dalam mempertahankan kebenaran. Suci/ikhlas tidak riya dan takabur (pernah akan diberi bintang jasa oleh Belanda tetapi menolak). Menjadi ulama terkenal setelah kembali dari Makkah yang kedua kalinya dan belajar di kota Suci selama 7 tahun. Maka wajar ketika K.H. Hasyim Asy'ari mempunyai kelebihan dalam ilmu-ilmu agama yang dimiliki.
Menginjak usia 21 tahun menikah dengan puteri Kyai Yakub (gurunya) kemudian menunaikan haji, namun malang bagi beliau di Makkah istri dan puteranya yang baru berusia 4 tahun dan lahir di Makkah meninggal dunia, lalu beliau kembali ke tanah suci menggantikan kedudukan mertuanya sebagai guru pesantren, sewaktu itu Kyai Yakub berada di Makkah. Menikah yang kedua kalinya dengan gadis Nafiqah binti Kyai ilyas. Dalam aktifitas politiknya beliau sangat lemah lembut, artinya kebijakan kolonial selagi tidak membahayakan kelangsungan bangsa Indonesia menurutnya dibiarkan.
Baca juga :
1. Biografi KH Abdul Wahab Hasbullah
2. Biografi K.H. BISRI SYANSURI
3. Biografi K.H. Abdul Wahid Hasyim
4. Biografi K.H. RADEN ASNAWI KUDUS
5. Biografi K.H. Abdullah Ubaid
Baca juga :
1. Biografi KH Abdul Wahab Hasbullah
2. Biografi K.H. BISRI SYANSURI
3. Biografi K.H. Abdul Wahid Hasyim
4. Biografi K.H. RADEN ASNAWI KUDUS
5. Biografi K.H. Abdullah Ubaid
2. Pendidikan
Mulai dari belajar di pondok Pesantren Wonokoyo Probolinggo. Kemudian memperdalam ilmu di Pesantren Pelangitan, Trenggalek. Dan sempat menuntut ilmu kepada Syaikhona Kyai Kholil Bangkalan, Madura. Dirasa kurang cukup beliau berangkat ke Makkah yang kedua kalinya seraya menuntut ilmu agama selama 7 tahun. Hadratussyekh KH Muhammad Hasyim Asyari disegani para ulama dunia Islam sejak masih mukim di Haramain. Itulah mengapa pendiri Nahdlatul Ulama ini memiliki gelar atau predikat “hadratussyekh”. Gelar ini tidak disandang sembarangan oleh seorang ulama, kecuali bagi yang telah memenuhi kualifikasi keilmuan yang tinggi termasuk dalam bidang ilmu hadits. Kiai Muwafiq menjelaskan, dengan Gelar Hadratussyekh yang disandang sejak dari Mekkah ini, dipastikan KH Hasyim Asyari selain menguasai secara mendalam berbagai disiplin keilmuan Islam, juga hafal kitab-kitab babon hadits dari Kutubus Sittah yang meliputi Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Bukhori Muslim, Sunan Abu Dawud, Turmudzi, Nasa'i, Ibnu Majah.
3. Jasa-jasa
Bapak pendiri NU yang pertama, dengan jabatan sebagai Rais Akbar. Pelopor berjihad lewat organisasi. Pemersatu umat Islam. Termasuk pembaruan sistem pondok dengan madrasah (dengan diberi ilmu umum/menulis latin dan lain-lainnya), tanggal 26 Rabi'ul Awal 1899 mendirikan Pondok Pesantren Tebuireng di bawah asuhan beliau.
Mengeluarkan fatwa menentang milisi, dan mewajibkan membela tanah air untuk mengusir penjajah. Dan ketua tim tanda gambar NU hasil istikharah NU berupa bumi dikelilingi 9 bintang dan pada garis katulistiwa terdapat tulisan Arab berbunyi Nahdlatul Ulama. Gambar bumi dikelilingi gambar yang mengikatnya dan kesemuanya di atas warna dasar hijau.
4. Wafat
K.H. Hasyim Asy'ari Wafat pada tanggal 7 Ramadhan 1366 H atau 25 Juli 1947 M dalam usia 76 tahun pukul 03.45 WIB. Waktu itu, beliau sesudah mengimami shalat tarawih yang kemudian memberikan siraman rohani kepada jamaah shalat tarawih. Sedang menerima utusan tamu dari Bung Tomo lalu sekitar pukul 03.45 WIB akhirnya kembali ke Rahmatullah.

0 Response to "Biografi K.H. HASYIM ASY'ARI "
Posting Komentar